29 Oktober 2011

Mengenal Diri dan Orang Lain



“Mengenal Diri dan Orang Lain”





Dalam kehidupan di dunia ini Allah telah menciptakan manusia-manusia yang bermacam-macam karakter. Kita sebagai makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah yang mempunyai berbagai perbedaan karakter antara satu dengan yang lain terkadang merasa bahwa karakter seseorang atau beberapa orang sama dengan karakter yang kita miliki, namun, tak jarang pula kita menemukan satu atau bahkan beberapa orang yang memiliki karakter yang berbeda dengan kita yang kadang membuat perbedaan yang sangat mendalam antara kita dengan orang tersebut.

Sebagai makhluk sosial kita juga membutuhkan interaksi dengan orang – orang yang ada di sekitar kita, oleh karena itu, apapun karakter yang dimiliki oleh kita atau lawan bicara kita sebaiknya kita tetap menghargai dan menanggapi dengan baik.
Sebelum itu, untuk mempermudah interaksi dengan lawan bicara kita, mari kita mengenali karakter diri kita terlebih dahulu, kemudian baru kita mengenali karakter lawan bicara agar kita tahu bagaimana cara menghadapi orang yang mempunyai karakter-karakter tersebut.

Jenis Karakter Manusia
Ada empat jenis karakter manusia yang diteliti oleh Hipocrates yang dikenal sebagai Bapak Ilmu Pengobatan, yaitu :
1.      Sanguinis ( Pembicara )
Orang sanguinis sangat gampang dikenali. Dia adalah pusat perhatian. Dia selalu riang, ramah, bersemangat, suka bergaul/ luwes dan suka berbicara. Segala sesuatu yang dihadapi dianggap sangat penting hingga dilebih-lebihkan tapi selalu pula dapat dilupakan begitu saja. Inilah salah satu kejelekan mereka disamping tidak disiplin, tidak bisa tenang/gelisah, tidak dapat diandalkan dan cenderung egois.
Orang sanguinis mampu dengan mudah untuk melangsungkan percakapan yang mengasyikkan hal ini adalah sesuatu yang merupakan segi plus yang membuat iri hati orang lain. Tetapi kalau dibawa sampai ke ujung yang ekstrim ( yang lebih mendasar ), orang sanguinis akan bicara terus-menerus, memonopoli, menyela, dan menyimpang terlalu jauh dari kebenaran.
Bergaul dengan orang sanguinis ini sebenarnya menyenangkan, jika dia bercerita dia bisa menggambarkan sesuatu dengan baik, sehingga pikiran kita diajak untuk merangkai kata - katanya seperti sebuah film di kepala kita, saking bagusnya penggambaran ceritanya.
Orang sanguinis ini orangnya gampangan. Cara dia menyelesaikan pekerjaannya adalah dengan cara yang dianggapnya paling menyenangkan (Fun Away). Bagi dia kalau pekerjaan itu menyenangkan baginya maka dia bisa-bisa tidak ingat waktu. Sayangnya, sang Sanguinis ini terkesan bertele-tele karena ingin selalu mencari celah-celah pekerjaan yang bagi dia bisa menimbulkan kegembiraan. Si Sanguin ini juga suka menunda-nunda pekerjaan bahkan kerap melupakan apa yang sudah dikerjakannya. Dia bekerja tanpa rencana dan cenderung menganggap remeh apapun yang dilakukannya. Sikapnya cenderung seenaknya. Kalau ada keramaian maka orang Sanguin selalu tampil paling menonjol, entah dari segi pakaiannya, teriakannya yang menarik perhatian orang atau tingkah lakunya yang nyentrik. Si sanguin ini bisa diibaratkan seorang anak yang terkurung dalam tubuh orang dewasa. Awet muda dan senang bermain-main.
                                                                                             
2.      Koleris ( Pemimpin )
Seorang koleris amat suka memerintah. Dia penuh dengan ide-ide, tapi tidak mau diganggu dengan pelaksanaannya sehingga lebih suka menyuruh orang lain untuk menjalankannya. Kemauannya yang keras, optimistik, tegas, produktif dipadu dengan kegemaran untuk berpenampilan megah, suka formalitas dan kebanggan diri menjadikannya seseorang yang berbakat pemimpin. Tapi karena dia juga senang menguasai seseorang, tidak acuh, licik, bisa sangat tidak berperasaan ( sarkastis) terhadap orang dekatnya sekalipun, akan menjadikan dia sangat dibenci.
Bakat orang koleris yang kuat untuk kepemimpinan yang cepat dan tajam sangat diperlukan dalam setiap tahap kehidupan pada zaman sekarang; tetapi kalau dibawa sampai titik esktrim, orang koleris yang kuat jadi sok berkuasa, mendominasi, dan manipulatif. Setiap pemimpin mempunyai sifat ini, tegas, lugas, dan salah satu ciri-ciri kepribadian ini adalah selalu ingin di depan tidak mau kalah dengan orang lain.
Orang dengan kepribadian ini menjadi orang yang diktaktor, selalu tampil dominan dan tidak mau di bawah orang lain, inginnya selalu diatas dalam segala hal. Orang dengan kepribadian koleris sangat mahir untuk urusan mengorganisir banyak orang dengan sifatnya yang tegas.
Kalau menyelesaikan suatu pekerjaan maka seorang Koleris akan menyelesaikannya dengan caranya sendiri (My Way). Dia sungguh kreatif, bahkan kalau ada manual sekalipun maka dia tidak suka menuruti manual tersebut. Pokoknya si koleris akan berusaha menyelesaikan pekerjaan itu sampai tuntas. Syaratnya harus dengan cara yang diyakini olehnya benar bukan dengan cara orang lain. Hambatan apapun akan diterjangnya guna mencapai tujuan. Orang dengan kepribadian ini juga senang mengatur orang lain akan tetapi dia sendiri tidak suka kalau dipaksa-paksa untuk melakukan sesuatu.

3.      Melankolis ( Pelaksana )
Segala sesuatu amat penting bagi dia. Perasaannya adalah hal yang paling utama. Justru karena itu dia melihat sisi seni sesuatu, idealis, cermat, dan amat perfeksionis. Kelemahannya ialah ia selalu berpikir negatif, berprasangka buruk, yang membuatnya khawatir, dan sibuk berpikir.
Orang melankolis memiliki pemikiran analitis yang mendalam dan merupakan ciri khas yang jenius, banyak dihormati oleh mereka yang pikirannya lebih dangkal, walaupun demikian kalau dibawa sampai ke titik ekstrim, itu menyebabkan kemurungan dan menekan perasaannya.
Kadang bergaul dengan orang melankolis menimbulkan kebosanan dalam diri kita, semuanya serba teratur dan teliti, segala sesuatu dikerjakan dengan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur. Kalau lama dalam proses pengerjaan bukan karena malas tetapi karena hasilnya harus sempurna. Ciri-ciri kalau kita bertemu dengan orang melankolis ini biasanya dilihat dari kamar tidur atau kantornya, semuanya serba rapi, tertib dan terpola (kecuali kalau punya asisten atau istri yang siap membereskan arisip-arsip yang berantakan).
Orang Melankolis ini susah sekali diyakinkan, perlu data-data otentik yang mendukung argumentasi kita. Dan secara ekstrim dalam hal keuangan orang melankolis cenderung pelit, tapi untuk mengenai hasil pekerjaan, orang melankolis jagonya. Sangat pandai mengorganisasi sesuatu.
Melankolis adalah tipe pekerja teratur. Senangnya rapi dan sistematis. Dalam menyelesaikan pekerjaan maka seorang yang berwatak melankolik akan memilih cara terbaik (best way), bagaimanapun caranya. Kalau ada manualnya maka dia akan mengikuti manual itu 100% benar. Dia bekerja sangat tekun dan serius, dan selalu menuntut hal yang sama terhadap anak buah atau rekan-rekannya. Kalau ada yang melenceng sedikit dari
kemauannya maka dia akan murung dan muram sepanjang hari. Orang Melankolis ini cepat sekali tersentuh perasaannya. Hidupnya teratur dan kalau berpakaian selalu selalu rapi dan charming.

4.      Melankolis ( Pelaksana )
Segala sesuatu amat penting bagi dia. Perasaannya adalah hal yang paling utama. Justru karena itu dia melihat sisi seni sesuatu, idealis, cermat, dan amat perfeksionis. Kelemahannya ialah ia selalu berpikir negatif, berprasangka buruk, yang membuatnya khawatir, dan sibuk berpikir.
Sifat orang phlegmatis mudah bergaul, ini merupakan perpaduan yang mengagumkan dan menjadikannya orang yang paling disukai dalam kelompok mana saja, namun kalau dibawa sampai ke titik ekstrim, orang phlegmatis tidak peduli melakukan apa pun, masa bodoh, dan tidak punya kepastian.
Ciri-cirinya yang mudah dilihat adalah tidak mempunyai sikap yang jelas dalam mengambil keputusan, tidak mau secara tegas memihak sesuatu yang belum diketahuinya, cenderung damai dan tidak mau berkonfrontasi secara langsung dengan orang lain. Terkadang orang Phlegmatis memang harus didikte untuk mengerjakan sesuatu, biasanya orang phlegmatis kurang mahir untuk urusan-urusan yang detail, seperti yang paling sederhana merapikan kamarnya, tetapi seorang phlegmatis bisa menjadi peloby yang ulung dan bisa diandalkan untuk urusan berhubungan atau berkomunikasi dengan orang lain, karena sifatnya yang kalem dan tenang.
Orang phlegmatis ini nyaris tidak pernah marah. Senyumnya tulus. Hanya saja seperti orang yang tidak punya ambisi. Orangnya damai, dan tidak suka bertengkar. Dia juga pemalu dan cenderung tidak ingin menonjol di keramaian. Seorang phlegmatis akan menerima pendapat orang
lain apapun itu, meski belum tentu dia mengerjakannya. Kalau melakukan pekerjaan maka orang phlegmatis akan melakukannya dengan cara yang paling mudah (easy way). Kadang-kadang dengan menempuh jalan pintas.

Kepribadian Campuran dari Kepribadian Dasar
Keempat tipe kepribadian tersebut, menurut Littauer, juga bisa bercampur dalam diri seseorang. Littauer membedakannya menjadi empat:
·Campuran alami adalah: Sanguinis Koleris dan Melankolis Phlegmatis.
·Campuran pelengkap yang berorientasi hubungan adalah: Sanguinis Phlegmatis.
·Campuran pelengkap yang berorientasi tujuan adalah: Koleris Melankolis.
·Campuran berlawanan dianggap sebagai pertikaian batin adalah: Sanguinis Melankolis dan Koleris Phlegmatis.
Sedangkan yang mempunyai sedikit dari segalanya, dengan asumsi sudah mengikuti tes kepribadian dengan benar, dianggap mungkin phlegmatis, mungkin orang sempurna, atau mungkin orang yang masa kecilnya terlalu diarahkan, dikontrol, dan ditindas sehingga tidak mengenali diri sendiri.
Nah, dengan mempelajari empat karakter manusia di atas kita dapat mengetahui siapa diri kita sebenarnya, setelah itu kita juga bisa mengenal siapa sih sebenarnya lawan bicara kita. Dengan mempelajari hal – hal di atas kita bisa menentukan bagaimana cara kita menghadapi orang tersebut dengan karakter kita yang kita miliki sendiri.




Share:

0 komentar:

Posting Komentar