16 April 2013

CATOK, AKU DAN ADIKKU -_-"

Tadi siang aku mendapatkan sebuah kejadian kecil yang membuatku ketakutan meluruskan rambut. Begini cerita awal mengapa sampai ada kejadian itu. Bapakku, rambutnya lurus. Ibukku, rambutnya lurus. Adikku, rambutnya lurus. Dan aku, rambutku bergelombang seperti ombak laut yang tak beraturan larinya. Yang jadi pertanyaan, apakah aku ini anak kandung mereka???? Hemmm, galau. Mengapa hanya aku yang berbeda???? Lagi, hidung bapakku, mancung. Hidung ibukku, mancung. Hidung adikku, mancung. Naaaah, ini ni, sampai juga ke giliranku, hidungku, hidungku pesek. Mengapa selalu aku yang berbeda???? Hemmm..
Rambut adikku lurus, hitam, dan yaaaaah, intinya baguslah, dan aku berambisi mempunyai rambut seindah rambut adikku. Suatu ketika aku berpikir untuk meminta catok pada ibuk. "Oke" kata beliau. Berminggu-minggu sudah berlalu.
Catok yang aku inginkan tidak datang juga. Akhirnya aku berpikir untuk menyerah meminta dan menunggu. Karena otakku merupakan otak yang bisa dikatakan brilian kalau lagi ada maunya, hehehe, aku langsung
teringat pada mbak sepupuku. Dia punya catok yang sudah lama tidak dipakai. Lamaaaaa banget, mungkin umurnya sudah bisa dibilang tua dalam ukuran alat-alat elektronik semacam itu.
Akhirnya kesampaian juga memegang alat catok rambut. hehehe, dan tadi siang, aku mulai bergerak untuk mempraktekkan catok mencatok rambut. Aku gunakan adikku satu-satunya untuk mencatok rambutku.
"Dek, yang bener ya. Harus pelan-pelan. Ambil sedikit demi sedikit biar cepet lurusnya."
"Oke, Mbak!"
"Dek, awas lo pelan-pelan. sedikit-sedikit"
"Oke, Mbak!"
"Pelan-pelan ya, ambil sedikit aja rambutnya!"
"JANGAN CEREWET CEREWET! INI BELUM MULAI JUGA!" Adikku memarahiku. -_-". Belum berselang menit, hanya detik yang berdetak,
"Aaaaaaaargh.." Catoknya nyelempit ke telingaku. Panaaaaaaaas... Sekarang giliranku yang marah. hahaha, akhirnya ada kesempatan untuk membalasnya.
"PELAN-PELAN, DODOL!! YANG MAU DILURUSIN RAMBUT, BUKAN TELINGA!" Kalian tahu tidak respon adikku gimana????
"Hahahahahaha, derita looooh!!" Ini adikku -_-" senang melihat mbaknya menderita.
Berlanjut. Acara catok mencatok berlanjut. Beberapa menit berlalu. Dan tiba-tiba...
Ceeeeessss... Seeeeeeengg... Api menyembul.. "Mbaaaaaak... Api.. api..." "Aaaaaaargh" Kleeeppppek..
-_-" kabel catoknya meledak saudara saudara.. Api menyembul dari kabel, catoknya dilempar ke kasur oleh adikku, kalian tahu mengapa? karena menurut adikku, lebih baik kasur yang terbakar dari pada dirinya sendiri. Adikku benar-benar pintar... ^_^"....
Kami bertiga saling pandang. Tidak ada percakapan mulut, hanya percakapan batin. Kira-kira begini percakapannya,
catok : "Apa lo liat-liat?"
Aku : "Kamu kebakar, catok"
Adikku : "Kasurku item kena api"
catok : "Udah tau kalo gue tua masih aja lo pakek"
aku : "Kenapa gak bilang dulu kalo mau meledak?"
catok : "masalah buat loooh??"
adikku : "Turun gak dari kasur! kalo gak turun tak siram pake air kau!!!!"
Akhirnya catok diturunin oleh adikku, dia sekarang diungsikan di gudang belakang. Betapa malangnya catok itu. Tapiiiii, tapi aku lebih malaaaang... Gak jadi punya rambut lurus.. -_-"
Tapi, aku masih punya keyakinan tentang suatu keajaiban. hehehe, siapa tahu besok pas bangun dari tidur tiba-tiba rambutku jadi lurus. hahahaha #ngarep.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar