13 Januari 2014

Manis Pahitnya Dunia Lain



Manis Pahitnya Dunia Lain
Wiiih wiih wiih, ni judul serem amat yak ? hehehe, tenang, tenang, di tulisanku kali ini yang akan dibahas memang dunia lain, tetapi bukan dunia lainnya para makhluk halus :D , dunia lain yang aku maksud adalah jreeeng jeeeeeng... :D
Ngomong-ngomong tentang khayalan atau juga bisa disebut lamunan, dreamers pasti udah tahu dong? Karena aku yakin semua orang di bumi ini pasti pernah berkhayal meskipun hanya sesekali atau bahkan memang cuma sekali. Pasti itu, pasti. Benar, ‘kan? Benar, ‘kan? Hehehehe. Entah itu khayalan yang bener ataupun khayalan yang gak bener (apa tuh? :D), pasti dreamer pernah mengalaminya, ya ‘kan? Ya ‘kan? (hehehe, aku tahu kalian bakal bilang “ni orang maksa banget yak?” hehehe.. :D).

Semisal lagi turun hujan, terus dreamers lagi gak ada kerjaan, cuma bengong, bengong dan bengong dan akhirnya pikiran kesasar deh ke dunia khayal, entah itu dunia khayal yang punya pemandangan indah, punya segala hal yang dibutuhkan kita saat itu, atau tempat yang buruk sekalipun, dan semuanya kita yang mengatur. (hayoooo, pernahkan? Pernahkan? :D maksa banget yak? Hehehe, memang gitu. Dan memang harus gitu. Kali ini aku di setting sebagai orang yang maksa. :D)

Naaaah, setelah dreamers melakukan hal itu (berkhayal maksudnya), pernah tidak dreamers berpikir tentang manis pahitnya ke diri kita? (gak ngerti ya? :D) Maksudnya, pernah tidak dreamers berpikir tentang dampak positif dan negatif ke diri kita? Pasti ada yang jawab pernah, dan ada yang jawab belum pernah (aku kok sok tahu banget yak? :D hehehe kalau gak gitu gak jadi ni tulisan, :D)
Aku sendiri termasuk pada dreamer yang pernah berpikir hal tersebut, kenapa begitu? Hehehe (ini yang namanya nanya jawab sendiri :D), sebagai orang yang suka nulis, sebagian waktuku aku luangkan untuk berkhayal demi mendapatkan sebuah cerita baru yang unik dan lain daripada yang lain, dan sepertinya aku termasuk orang yang berkhayal pada tingkat yang sudah terlalu tinggi, aku bisa menghabiskan waktu 1 jam lebih tanpa melakukan apa-apa, hanya berdiam dan berlenggang bebas di dunia khayal. Bukankah cerita seseorang akan terasa lebih hidup jika orang itu menulisnya dengan hati? Nah, itulah yang selalu aku usahakan, aku berkhayal dengan hati agar menghasilkan cerita yang dapat aku tulis dengan hati pula. :D

Menurutku, khayalan yang aku lakukan masih termasuk sehat dan normal, karena aku menuangkan khayalanku kesebuah tulisan yang dapat nikmati banyak dreamers. Tapi waktu yang aku habiskan untuk mengkhayal adalah permasalahan yang harus di perbaiki, karena berkhayal selama berjam-jam bisa membuat kita benar-benar tinggal di dunia khayalan selamanya. Iiih, ngeri, ‘kan?

Karena rasa penasaranku pada “khayalan” tambah menjadi, maka dengan sigap ku ambil modem di lemari, connect, dan berselancarlah aku di dunianya Mbah Google (Guru besarku :D).

Ada beberapa sumber yang aku dapat tentang “khayalan”. Dan hasilnya cukup membuatku mangap-mangap (hayooo, penasaran ya? :D). Hasil yang aku dapat membuatku memikirkan lagi tentang waktu yang terlalu banyak aku luangkan untuk berkhayal, meskipun itu untuk hal yang positif.
(Ahahaha, peliharaanku lagi ngomong.. :D)
Khayalan adalah sebuah kata yang sudah begitu akrab dengan dunia kita, khususnya dunia remaja (umur 21 itu remaja gak ya? :D hohohoho), kalau ada pembaca yang sudah dewasa, ini juga berlaku untuk anda :) . 

Dalam dunia khayalan yang kita ciptakan sendiri, kita bebas melakukan segala hal, merencanakan segala hal, berbuat segala hal, dan  berkeliaran ke segala tempat yang biasanya di dunia nyata itu dilarang. Segala hal tersebut sah-sah saja, karena itu adalah dunia kita. Yang namanya khayalan, tidak ada yang salah.
 Seperti contohnya di atas ini :D hohohohoho. Ini benar, beneran loh, beneran di dunia khayalan. hahahaha :D

Di dunia khayalan semuanya memang selalu benar, di dunia khayal hanya kita yang bisa menunjuk itu salah atau benar, itu siapa dan ini siapa. Dan itulah yang membuat orang tergila-gila pada dunia ini, karena dunia khayal tidak membuat mereka lelah dengan segala pertentangan dan perjuangan yang biasanya dilakukan di dunia nyata.

Setelah selesai dengan beberapa kalimat di atas, mari kita mulai bahas tentang sisi positif dari “khayalan”.

  • Yang pertama, seperti halnya yang aku lakukan, khayalan aku tuangkan ke dalam sebuah karya yang bisa di nikmati oleh orang banyak.
  • Yang kedua (kok kayaknya jadi serius amat yak? :D hehehe), seperti yang telah kita ketahui, khayalan bisa membuat kita melupakan sejenak tentang kehidupan dunia nyata yang melelahkan. Dengan berkhayal kita bisa diam sejenak, bersantai, menenangkan pikiran (kalau orang-orang keren bilang tu meditasi), dengan melakukan hal tersebut kita bisa mengendalikan kecemasan, kegelisahaan, ataupun ketakutan yang sedang kita alami.
  • Mengkhayal juga bisa meningkatkan produktifitas seseorang. Ketika seseorang yang sedang lelah dengan semua pekerjaan yang ada dihadapannya, ada baiknya luangkan waktu sejenak untuk mengkhayalkan sesuatu yang indah, yang membuat pikiran segar dan kembali bersemangat. Cukup lakukan beberapa menit, dengan begitu pusing akan berkurang, dan dapat kembali bekerja dengan semangat.  
(Sebelum menghayal :D)                         


                                   (Setelah menghayal :D)


  • Bagi seseorang yang mempunyai pekerjaan yang monoton setiap hari, mengkhayal bisa dijadikan sarana sebagai pengusir bosan. Selain itu mengkhayal dapat membantunya untuk menjaga pikiran tetap terstimulasi. 

(Sebelum menghayal :D

                                                             (Setelah menghayal :D)
Tapi tahukah kalian bahwa “khayalan” juga memiliki dampak negatif yang benar-benar merugikan kita?
Aku blok pakek tinta merah deh, biar bener-bener jadi warning buat dreamers yang baca tulisan ini. 

Menurut tim peneliti dari Universitas Harvard (Wiih, ini Universitas terkenal, :D) menunjukkan bahwa "mayoritas orang menghabiskan 49,6 % waktunya untuk mengkhayal, inilah yang dikatakan kebahagiaan orang telah tereduksi. Para peneliti juga menegaskan bahwa kebahagiaan seseorang yang sebenarnya adalah ketika hidup di alam realita, bukan ketika berkelana dalam lamunan indah tentang kehidupannya yang sukses."
Sebenarnya berkhayal memang bukanlah hal yang baik untuk dilakukan, karena hal tersebut dapat membuat orang  menjadi bingung dan memiliki tekanan batin atau bahkan dapat menyebabkan orang menjadi kehilangan jati dirinya dan cenderung gila-gilaan.

Ini di sebabkan karena otak manusia memiliki kelemahan yang signifikan. Jika otak semakin sering digunakan untuk berfikir, menganalisa, meneliti, menghapal atau bekerja akan sangat baik dampaknya, karena orang yang terbiasa menggunakan otaknya untuk hal-hal tersebut dapat membuat ia semakin cerdas. Sedangkan orang yang membiarkan otaknya tertidur atau dibiarkan terlena dengan dunia khayal akan menjadikannya pelupa bahkan akan memiliki usia yang sangat pendek. (Kalau gak percaya coba aja.. :D)

Sebuah penelitian baru telah menemukan fakta baru tentang “berkhayal”. Penelitian tersebut menemukan bahwa "berkhayal atau melamun dapat menyebabkan hilangnya sebagian memori, khususnya memori sebelum orang tersebut mulai berkhayal atau melamun. Semakin jauh pikiran kita melayang dalam dunia khayal, maka hilangnya memori akan semakin parah."

Nah, ternyata, sebelum peneliti yang di atas menyatakan hal tersebut, sudah ada juga peneliti yang menemukan dampak buruk dari berkhayal atau melamun, ini. Peneliti yang terdahulu itu menemukan bahwa "berkhayal dapat memblokir akses ke kenangan atau memori masa lalu."

Peter F. Delaney dari University of North Carolina di Greensboro juga mengatakan hal yang sama : “Melamun dapat membuat Anda merasa berada dalam situasi yang berbeda, karena Anda tidak dapat mengingat kejadian yang terjadi sebelum Anda melamun

Masih ada lagi ni dreamers tentang buruknya berkhayal atau melamun yang berlebihan. Kebiasaan mengkhayal hanya akan membuat otak lemah, sehingga akan membuat orang sulit untuk berkonsentrasi.
 Wah wah wah…. Ternyata dampak negatifnya lebih mengerikan dari yang kita kira, bukan? Hemm, kalau menurutku sih, boleh-boleh aja melamun, asal jangan sampai keterlaluan, jangan sampai menghabiskan hari-hari kalian hanya untuk berkhayal, apalagi mengkhayalkan hal yang tidak berguna.

Jika kalian memang membutuhkan yang namanya berkhayal, boleh-boleh saja, tapi luangkanlah waktu hanya sejenak, beberapa menit saja sudah cukup, jangan sampai berjam-jam. Ini juga merupakan pelajaran buat aku. Jadi kita sama-sama mendapatkan ilmu baru hari ini. :D
 
 Semoga bermanfaat ya dreamers.. :D
Share:

0 komentar:

Posting Komentar